Bia dan Kapak Batu

oleh INTAN ANDARU

Paskalina, Kosmas, dan Urbanus lahir di tengah pergeseran budaya tanah Papua. Saat tumang sagu dan ikan digantikan oleh kantong beras dan mi instan. Saat patung-patung sakral sudah bernilai mata uang. Saat busung lapar dan sarampa merenggut nyawa anak-anak kampung. Orang-orang berkulit terang datang membawa pandangan baru bagi Paskalina dan Kosmas. Karena beranggapan bahwa mereka jauh tertinggal, Paskalina dan Kosmas merasa harus berlari mengejar para pendatang. Namun, berbeda dengan kedua kawannya, Urbanus justru memilih tinggal di kampung. Saat Kosmas terbang ke ibu kota dan Urbanus berdiam

Sampul Bia dan Kapak Batu

Lihat detail & pinjam gratis di Perpustakaan Galih House

Buku lain di rak

Beranda Perpustakaan Galih House · pinjam buku gratis di Bekasi